Kompasharian.com | Batanghari, Lampung Timur – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Rahmat Suhada (36) bin Sutarmi di Dusun 04, Desa Sribasuki, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Rahmat, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Malaysia, menghembuskan napas terakhir pada Selasa (22/07/2025) di sebuah rumah sakit di Selangor akibat demam berdarah dengue (DBD).
Setelah melalui proses pemulangan selama tiga hari, jenazah akhirnya tiba di rumah duka pada Jumat malam (25/07/2025) sekitar pukul 20.55 WIB. Jenazah dibawa menggunakan ambulans Yayasan Kusuma Wardana (YKW) yang bekerja sama dengan BP3MI Provinsi Lampung.

Kedatangan almarhum disambut isak tangis keluarga dan ratusan warga yang telah menunggu sejak sore. Sejumlah pihak turut hadir, di antaranya Camat Batanghari Mirahayati, Kepala Desa Sribasuki Wawan Riyanto, perwakilan BP3MI Andrew Sb. Gumay, Disnaker Lampung Timur Hairul Azhari, Ketua Garda BMI Muhammad Amir, DPC SBMI Mujianto, serta aparat Polsek Batanghari, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, dan masyarakat setempat.
Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Malaysia menggunakan maskapai Malaysia Airlines MH711 pukul 10.15 waktu setempat dengan nomor tiket MAWB 232-13680181, dan mendarat di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Jumat siang pukul 11.30 WIB. Dari bandara, jenazah langsung diberangkatkan ke Lampung Timur melalui jalur darat hingga tiba di Sribasuki pada malam hari.
Prosesi serah terima jenazah dilakukan oleh pihak BP3MI kepada keluarga melalui Kepala Desa Sribasuki, disaksikan langsung oleh keluarga almarhum. “Serah terima ini menjadi prioritas kami untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar,” ungkap Andrew kepada Garda BMI Lampung Timur.
Kepala Desa Wawan Riyanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas cepatnya proses pemulangan. “Dalam waktu kurang lebih tiga hari, jenazah sudah sampai di rumah. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan Bupati Lampung Timur, Hj. Ela Siti Nuryamah, yang diwakili oleh Camat Mirahayati karena berhalangan hadir.
Ketua Garda BMI, Muhammad Amir, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendampingi PMI baik dalam kondisi suka maupun duka. “Kami akan terus berjuang agar hak-hak PMI dan keluarganya tetap terlindungi,” tegasnya.
Rahmat diketahui bekerja di Malaysia selama 16 bulan melalui jalur nonprosedural. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas pekerja migran Lampung Timur.
(Jamhur)










