Harianpatriot.com | Sukadana – Duka mendalam menyelimuti Dusun 9, Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur. Seorang pria berinisial IM (23), ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri di kebun kakao milik warga, Sabtu pagi (17/05/2025).
Menurut informasi yang dihimpun, IM baru saja pulang dari perantauan selama satu bulan. Setibanya di rumah sang istri, sekitar pukul 02.00 WIB IM meminta izin ingin ke makam anaknya.
Sebelumnya IM sempat menyampaikan kalimat menggetarkan hati kepada sang istri: “Saya mau nyusul anak saya.” Tak lama setelah itu, ia pergi membawa sehelai sarung menuju kebun dekat permukiman warga.
Pagi harinya sekitar pukul 07.00 WIB, seorang warga bernama Rudi yang hendak mencari kelapa, menemukan tubuh IM tergantung di pohon kakao. Sarung berwarna abu-abu dan kain popok hijau digunakan sebagai alat gantung diri. Kaki korban tergantung sekitar 2 meter dari tanah.
Rudi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Sulaiman, yang kemudian menghubungi pihak desa serta keluarga korban. Aparat Polsek Sukadana bersama tim medis dari Puskesmas Pakuan Aji langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas medis Khairul Anwar, Kep. menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. “Korban meninggal murni karena gantung diri. Tidak ada bekas luka memar ataupun pukulan,” ujarnya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Orang tua korban juga menyatakan tidak akan menuntut secara hukum atas peristiwa tersebut. Kepala Desa Pakuan Aji, Tan Malaka, membenarkan adanya kejadian ini saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp. “Kami turut berduka cita. Ini tragedi yang sangat memilukan bagi warga kami,” ucapnya.
Turut hadir di lokasi kejadian Aipda Ishak, S.Pd dari Polsek Sukadana, tim medis Puskesmas Pakuan Aji, kepala desa, saksi Rudi, serta paman korban, M. Syarifudin.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa duka mendalam dapat menjerat siapa pun. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental berat, segera cari bantuan profesional atau hubungi layanan konseling terdekat.
(Jamhur)











