Hardiknas 2025 di SLB Lampung Timur: Semangat Inklusifitas dan Kebhinekaan Bersatu di Panggung Pendidikan

banner 468x60

Harianpatriot.com | Lampung Timur — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB) Lampung Timur berlangsung semarak dan sarat makna. Bertempat di halaman sekolah di Jalan Lintas Timur, Tambah Dadi, Kecamatan Purbolinggo, ratusan siswa-siswi berkebutuhan khusus menunjukkan antusiasme luar biasa dalam perayaan yang digelar Jumat (2/5/2025).

Kegiatan dibuka dengan upacara bendera yang mengusung tema “Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua Murid”.

Suasana upacara terasa istimewa ketika para siswa tampil dalam balutan busana adat dari berbagai daerah di Nusantara. Pemandangan ini tidak hanya menonjolkan semangat kebhinekaan, tetapi juga menggambarkan inklusifitas dan keberagaman budaya yang hidup di lingkungan SLB.

Dalam upacara tersebut, Plt Kepala SLB Lampung Timur, Wiwik, membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Mu’ti.

Dalam sambutan itu, disampaikan penekanan pentingnya membangun karakter anak Indonesia melalui penerapan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Tujuh kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.

Selain itu, Wiwik juga mengenalkan dua program unggulan, yaitu “Pagi Ceria” — kegiatan senam anak Indonesia sehat (SAIH) yang memadukan gerakan aktif dengan nilai edukatif, serta “Album Kicau”, kumpulan lagu anak yang bertujuan menumbuhkan kegembiraan sekaligus karakter positif pada peserta didik.

“Hardiknas bukan sekadar seremoni. Ini adalah momen memperkuat dedikasi dan komitmen kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, serta memberikan layanan pendidikan terbaik bagi semua anak Indonesia, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus,” tegas Wiwik.

Usai upacara, kemeriahan berlanjut dengan lomba melukis yang diikuti siswa-siswi dari tingkat dasar hingga menengah. Hasil karya lukisan mereka tak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga membuktikan potensi dan kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus.

“Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita saling bergandengan tangan, bahu-membahu, dan bergotong royong,” tutup Wiwik penuh harap.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

(Jamhur)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *