Harianpatriot.com | Lampung Timur —
Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan serta tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Timur sukses menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Dana BOS untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan sekolah swasta. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 April 2025, bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Desa Taman Asri, Kecamatan Purbolinggo.
Workshop yang dibuka langsung oleh Dinas Pendidikan Lampung Timur, pada Senin (28/4), diikuti dengan antusias oleh 276 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SD, SMP, serta swasta se-Kabupaten Lampung Timur.

Dalam pemaparannya, Suratno, S.T., M.Ak., mewakili Dinas Pendidikan, menegaskan pentingnya penguatan kompetensi para pendidik dalam pengelolaan dana BOS yang akuntabel serta pengembangan pembelajaran literasi dan numerasi yang relevan.
“Workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan dana BOS yang tepat sasaran, sekaligus meningkatkan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran literasi dan numerasi yang kreatif dan aplikatif,” jelas Suratno.
Para peserta mendapat materi dari narasumber berkompeten, termasuk Tim BOS Kabupaten, perwakilan Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Rudi Arlansyah, S.H., serta pejabat fungsional Dinas Pendidikan, Nopilia, S.Pd. Materi yang disajikan meliputi dasar-dasar literasi dan numerasi, penyusunan bahan ajar inovatif, hingga teknik penilaian autentik.
Menariknya, Kejaksaan Negeri Sukadana juga turut andil dalam workshop ini. Melalui Rudi Arlansyah, S.H., pihak kejaksaan memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan dana BOS yang transparan dan akuntabel. “Dana BOS harus tepat guna dan tepat sasaran. Kami, kejaksaan, hadir untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan, serta memberi bimbingan hukum kepada kepala sekolah dan guru dalam pengelolaannya,” tegas Rudi di hadapan peserta.
Antusiasme peserta terlihat tinggi. Setiap sesi dipenuhi diskusi aktif dan tanya jawab yang menggambarkan keseriusan para pendidik dalam meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah masing-masing.
Dinas Pendidikan berharap, setelah workshop ini, para kepala sekolah dan guru di Kabupaten Lampung Timur dapat lebih percaya diri dalam menerapkan pembelajaran literasi dan numerasi, sekaligus semakin profesional dalam mengelola dana BOS. Sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kejaksaan diharapkan menjadi pondasi kuat dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang transparan dan berkualitas.
(Jamhur)











