Harianpatriot.com | Lampung Timur – Memasuki bulan Muharram yang mulia, Pondok Pesantren AL-INABAH Pasar Sukadana kembali menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial kepada para santri. Minggu (6/7/2025), diadakan acara pengajian dan santunan untuk anak yatim di lingkungan pesantren yang terletak di Kecamatan Sukadana, Lampung Timur.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari pendidikan karakter untuk santri usia dini yang belajar di tempat ini. Lewat momen 10 Muharram atau Hari Asyura, para santri diajak meneladani akhlak Rasulullah SAW, khususnya dalam hal menyayangi dan menyantuni anak yatim.
“Anak-anak harus belajar sejak dini bahwa berbagi adalah bagian dari ibadah. Inilah yang kami tanamkan, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan berjiwa sosial,” ungkap Ustazah Rini, salah satu pengajar di Pondok AL-INABAH.

10 Muharram: Momentum Berbuat Kebaikan
Hari Asyura dikenal sebagai hari penuh keutamaan dalam Islam. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di hari ini adalah menyantuni anak yatim. Tradisi ini, yang di Indonesia dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim, menjadi momen istimewa untuk memperkuat solidaritas dan kasih sayang antar sesama.
Menurut ajaran Islam, menyantuni anak yatim bukan hanya membawa keberkahan di dunia, tetapi juga menjanjikan kedudukan tinggi di akhirat. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” sambil menunjukkan dua jarinya yang berdekatan.
Tidak hanya itu, Hari Asyura juga diperingati sebagai hari selamatnya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Umat Islam dianjurkan berpuasa sebagai bentuk syukur, dan memperbanyak amal saleh, termasuk berbagi kepada yang membutuhkan.
Tradisi Penuh Makna
Di Indonesia, semangat Muharram diwujudkan melalui berbagai kegiatan santunan, mulai dari pemberian bingkisan, makanan, hingga dukungan moral. Tradisi ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda.
Acara di Pondok AL-INABAH ini disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Suasana haru dan bahagia terlihat saat para santri memberikan santunan kepada anak-anak yatim. Meski sederhana, kegiatan ini menjadi ajang belajar yang penuh makna — tentang cinta, empati, dan kepedulian.
“Kami ingin anak-anak di sini bukan hanya cerdas secara akademik, tapi juga lembut hatinya. Hari Asyura menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai itu,” tambah Ustazah Rini.
Kegiatan santunan di 10 Muharram bukan hanya tradisi, tapi juga bentuk implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pondok Pesantren AL-INABAH telah menunjukkan bahwa dari pesantren kecil di Sukadana, bisa tumbuh generasi yang bukan hanya pandai, tapi juga berakhlak mulia.
Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, menyantuni anak yatim bukan hanya sebuah amal, tapi juga jalan menuju surga.
(Jamhur)











